Kucing Bersayap Versi Bandung

Versi ramah cetakSend by emailPDF version

Masih ingat dengan kucing bersayap yang muncul di Cina?... kalau lupa, beritanya bisa di baca di : Kucing Bersayap

Dalam artikel Kucing Bersayap : Sejarah & penyebab juga membahas mengenai kucing bersayap serta sejarah dan penyebabnya. Kucing bersayap bias disebabkan banyak hal seperti cacat pada saat masih dalam kandungan (disebut teratogenik) atau bisa juga disebabkan gumpalan bulu (gimbal) yang sangat parah akibat jarang disisir. Penyebab yang ke dua ini yang terjadi secara nyata di Bandung.

Tiga bulan yang lalu seekor kucing bernama Otty dibawa oleh pemiliknya untuk diperiksa. Menurutnya sudah hampir 6 bulan belakangan kucing jantan berwarna hitam putih, tersebut hampir tidak pernah disisir dan dimandikan.

Setelah diperiksa ternyata ada banyak sekali gimbal yang padat, berukuran besar dan menempel ke kulit sehingga agak sulit digunting atau di sisir. Temperamen kucing yang agak galak menyebabkan Otty sulit dipegang. Jadi disarankan agar bulu gimbal Otty dibiarkan saja sampai tumbuh bulu baru. Sehingga gimbal tersebut bisa digunting karena tidak menempel lagi ke kulit, bahkan mungkin bisa lepas sendiri tanpa digunting.

Tiga bulan kemudian kucing tersebut dibawa lagi oleh pemiliknya. Ternyata sebagian besar gimbal sudah bisa ditarik lepas dengan mudah. Yang luar biasa adalah kumpulan gimbal di bagian pinggul membentuk 2 buah benda keras berukuran besar,berbentuk mirip sayap, di kiri dan kanan.
 

 

Ketika sedang duduk, kedua gumpalan bulu tersebut menyembul mirip sayap di sekitar pinggul. Sayangnya 1/3 bagian gimbal tersebut masih melekat cukup dekat dengan kulit, jadi belum bisa ditarik atau digunting.

Pemilik Otty disarankan agar menunggu sekitar 1 bulan lagi, mudah-mudahan gimbal tersebut sudah bisa lepas dengan mudah. Setelah semua gumpalan bulu lepas disarankan juga untuk selalu memandikan dan menyisir bulu-bulu Otty, untuk mencegah hairball dan gimbal kronis !. (drh. Neno WS)