Random cat Quotes

A baited cat may grow as fierce as a lion.

Samuel Palmer

Tentang Rabies Di Bali

Sampai pada tahun 1999 hanya 5 propinsi di Indonesia yang masih dinyatakan bebas historis rabies. Propinsi-propinsi tersebut ialah Bali,NusaTenggara Barat,Maluku, Irian Barat- Irian Jaya dan Kalimantan Barat, serta Sesuai dengan SK Mentri Pertanian No.892/KPTS/TN.560/9/97,3 propinsi yang dinyatakan telah bebas yaitu di Yogyakarta,Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tapi sekarang sudah berubah, Bali yang tadinya sangat dibangga-banggakan bebas rabies dan jadi ujung tombak pariwisata indonesia, tidak lagi bebas rabies. Malah sekarang pemerintah daerah propinsi tersebut sedang berupaya sekuat tenaga menyingkirkan rabies dari pulau dewata.

Ketika pertama kali kasus rabies merebak di Bali, sebenarnya saya pribadi tidak terlalu kaget karena memang sejak tahun 2004 saya sudah meragukan bahwa Bali akan bebas rabies selamanya. Lalu ada peristiwa apa di tahun 2004 yang membuat saya berfikir demikian ?

Tahun 2004 lalu saya masih praktek di sebuah klinik & petshop di daerah jakarta selatan. Pengelola petshop minta disupply puppy untuk dijual di petshopnya. Maka saya kenalkan ia dengan seorang pedagang/supplyer anjing dan kucing dari bandung yang menyalurkan sebagian besar puppy & kitten dari bandung ke Jakarta.

Singkat cerita terjadilah pertemuan & transaksi pertama antara mereka. Sambil santai ngobrol-ngobrol, pembicaraan beralih ke dunia petshop & perdagangan anjing ras di Indonesia, terutama Jawa, Bali & Sumatera.

Betapa kagetnya saya ketika mendengar cerita bahwa ia pernah menjual anjing dari Jawa ke Bali. Malah ada supplyer khusus yang memang menjual anjing ras dari Jawa ke Bali. Setengah penasaran saya tanya gimana caranya ? bukannya dilarang memasukkan hewan penular rabies (Anjing, kucing, kera, dll) dari daerah yang tidak bebas rabies ke daerah yang bebas rabies seperti Bali ?..... Jawabannya, seperti sudah diduga & klasik....PAKE DUIT !!. Apapun bisa asal ada uang pelicin.... halah!. Parahnya lagi, ia juga menceritakan bahwa supplyer yang "biasa" menjual anjing ke Bali, menjalin hubungan baik (hubungan baik yang memakai pelicin) dengan petinggi polisi di Bali dan dari beliau lah ia bisa mendapat izin memasukkan anjing ke Bali.....

OMAYGAT!!! Saat itu juga saya bilang... Kalo kaya gini ga tau sampai kapan bali bisa bebas rabies, tinggal tunggu aja...beberapa tahun lagi juga bakalan ada Rabies di Bali....hehehe... lagian petinggi polisi tidak mengerti dan mempunyai wewenang untuk mengatur lalu lintas hewan.... tugas polisi mengatur lalulintas, hanya sebatas kendaraan saja....bukan lalu lintas hewan

Jadinya seperti sekarang, 6 tahun setelah 2004.... Kasus gigitan Rabies di Bali semakin banyak....ga kaget lagi sih.... cuma sayang aja....berapa banyak uang, fikiran dan tenaga yang digunakan untuk membuat Bali kembali bebas rabies (bisa beberapa s/d puluhan milyar loh & bisa terus membengkak kalau tidak pake SOP yang benar).

Uang sebanyak itu harus dikeluarkan akibat segelintir orang mengambil keuntungan yang tidak seberapa....yah....itulah kita....mau jelek, mau bagus...ini tetap negara kita Indonesia....

oleh : drh. Neno WS